Minggu, 09 November 2014

HARAPAN PRESIDEN BARU TERPILIH JOKOWI-JK dari BERBAGAI ASPEK.










Terpilihnya presiden terpilih Jokowi-JK dari pasangan urut dua diharapkan dapat memberi banyak perubahan terhadap Indonesia . Ir.H.Joko Widodo  yang lahir pada 21 Juni 1961 di Surakarta ini dikenal dengan julukan Jokowi adalah pengusaha mebel dan beliau merupakan Walikota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-20015. Beliau bersama dengan Ir.Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (ahok) menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dan selanjutnya menjadi Presiden Indonesia bersama wakilnya Jusuf Kalla.

Pemilu 2014 menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat ingin pemimpin baru yang mementingkan kepentingan rakyat umum. Rakyat menginginkan pemimpin yang tahan banting, mampu menciptakan terobosan baru dengan program kerakyatannya, bersih dari KKN dan tentunya berani memberantas korupsi. Pemimpin yang memberi tauladan baik, pemimpin yang tidak gila harta, dan yang bertanggung jawab terhadap Tuhan dan negaranya. Setiap negara pasti mendambakan sosok Presiden yang dapat dibanggakan di hadapan negara lain. Sosok presiden yang peduli dan mementingkan rakyat dari negaranya. Begitu pula dengan rakyat Indonesia yang rindu dan mendambakan kehadiran sosok pemimpin yang menjamin kesejahteran dan mengayomi rakyat negaranya.

Ada beberapa harapan rakyat terhadap presiden baru, pertama ialah pembangunan daerah. Pembangunan Negara saat ini belum sepenuhnya merata, masih adanya kesenjangan pembangunan di daerah satu dengan daerah lainnya. Terdapat daerah yang sedang berlangsung pembangunan yang sangat pesat namun di satu sisi masih ada daerah yang belum berjalannya pembangunan, bahkan aliran listrik pun belum tersedia. Tentunya, harapan masyarakat adalah dibangun jaringan listrik di daerahnya.

Lalu, dengan adanya kementrian baru yaitu kementrian Agrariadan Tata Ruang diharapkan agar pembangunan di Indonesia lebih terfokus, di kementrian agrarian yang lebih ditekankan adalah mengembalikan hak-hak para petani atau reform land yaitu penataan ulang kepemilikan, penguasaan tanah untuk kepentingan rakyat kecil (petani, buruh tani dan lain-lain) hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor pada sector pangan dan energy yang akan semakin membuat para petani miskin dan rakyat kehilangan tanahnya.

Kedua, di bidang pendidikan harapan masyarakat adalah terjangkaunya biaya pendidikan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pendidikan atau membebaskan biaya pendidikan selama 12 tahun. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dan menjamin kesejahteraan bagi guru-guru

Dalam bidang ekonomi juga banyak harapan masyarakat terhadap presiden yang baru seperti terciptanya lapangan kerja massal. Karena dengan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia seharusnya pemerintah harus bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk manufaktur padat karya yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Memang, dalam ini kepemerintahan Jokowi harus menyiapkan banyak hal seperti mengahapus subsidi BBM, membuat infrastruktur yang memadai, menarik investasi swasta asing dan memberantas korupsi.

Presiden yang terpilih nanti haruslah mampu merangkul dan mensejahterakan masyarakat didaerah perbatasan negara. Mengapa kondisi masyarakat perbatasan negara sangat penting? Karena perbatasan negara adalah etalase bangsa, kondisi yang tercermin dari daerah perbatasan negara dapat disimpulkan sebagai kondisi yang juga ada di dalam pusat negara tersebut.

Dalam era SBY pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih ditopang oleh lonjakan harga komoditas seperti tambang dan mineral yang terjadi di pasar global. Diharapkan presiden yang baru dapat meneruskan salah satu pembangunan yang dilakukan mantan presiden sebelumnya. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang tidak mungkin dihubungkan melalui jalur darat, namun dapat dihubungkan secara efektif melalui jalur udara.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MOBIL di INDONESIA

Jika membahas tentang perkembangan teknologi mobil di Indonesia maka tidak akan lepas dari sejarah industri otomotif. Kedua hal tersebut berkaitan erat dan masing-masing mempunyai andil cukup signifikan bagi kemajuan serta pencapaian suatu bangsa dalam bidang teknologi. Industri otomotif menurut hemat penulis termasuk juga di dalamnya adalah sepeda motor beserta komponen pendukungnya. Pada awal perjalanannya, industri otomotif di Indonesia lebih dipengaruhi oleh situasi politik yang jika di gali lebih dalam akan kita temui fakta-fakta sosial yang selalu menarik untuk di cermati. Pada masa Orde Baru misalnya, kita masih ingat berbagai macam keputusan yang termaktub dalam undang-undang selalu subyektif dan tak pelak hanya menguntungkan suatu kelompok. Peraturan seperti ini juga berlaku dalam urusan industri dalam hal ini adalah industri otomotif. Aroma nepotisme sangat kental disini.

Perkembangan Teknologi Mobil di Indonesia

Perkembangan Teknologi Mobil di Indonesia 
Pada zaman itu, campur tangan swasta sangat dibatasi. Pemerintah sebagai pihak penyelenggara Negara memonopoli penuh akan proyek-proyek strategis dalam industri otomotif. Atas nama rakyat, beberapa kebijakan ekspor - impor barang maupun ketenagakerjaan telah diambil. Seperti contohnya, perusahaan asing yang akan berinvestasi di Indonesia 60 persen harus menggunakan bahan lokal atau dalam kasus lain pabrikan otomotif boleh mengirim mobil yang sudah jadi (utuh) ke dalam negeri dengan syarat tenaga kerja yang digunakan adalah berasal dari warga Indonesia. Di satu sisi aturan seperti ini memang menguntungkan Pemerintah yang berkepentingan untuk memberdayakan rakyatnya, namun di sisi lain betapa keputusan tersebut sangat mengekang para pelaku otomotif di luar sana. Sebagai imbasnya, persaingan yang tidak sehatpun terjadi dan lebih jauh adalah tersendatnya distribusi barang (impor) mobil ke Indonesia atau bahkan terhenti. Banyak masyarakat kita saat itu dengan daya beli tinggi akan tetapi tidak mempunyai banyak pilihan untuk menyalurkan kebutuhan sesuai specs yang mereka inginkan. Hal ini juga yang mempengaruhi perkembangan teknologi mobil di Indonesia terhambat atau jalan ditempat.

Setelah reformasi berlangsung, banyak hal telah berubah. Berbagai kebijakan diambil oleh rezim penguasa saat ini. Demokrasi yang mulai tertata sedikit banyak mempengaruhi dalam pola pengambilan sebuah kebijakan. Sikap keterbukaan tidak hanya terbatas pada media informasi serta penyerapan aspirasi oleh pemerintah terhadap rakyatnya. Lebih luas lagi, keputusan-keputusan yang diambil dalam urusan hubungan luar negeri juga mengalami perubahan fundamental. Produk perundang-undangan yang mengarah pada dukungan terhadap pasar bebas sangat kental terasa. Negara dalam hal ini pemerintah sebagai kepanjangan tangannya, kini memberi ruang yang seluas-luasnya kepada para pelaku asing untuk ikut “bermain” ke dalam industri dalam negeri tak terkecuali industri otomotif. Gayung pun bersambut, seperti mendapat angin segar berbagai perusahaan asing menyerbu masuk membanjiri pasar mobil dan sepeda motor di tanah air. Banyak perusahaan berlabel multinasional telah hadir mewarnai perkembangan teknologi mobil di Indonesia.

Beberapa negara yang selama ini dikenal piawai dalam hal pengembangan teknologi mobil turut serta merasakan atmosfer pasar mobil di Indonesia. Sebut saja Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman serta beberapa negara Eropa lainnya. Pabrikan besar seperti Toyota, Isuzu, Honda, Suzuki, Hyundai, KIA, Ford dan lain-lain berpatisipasi dalam rangka pengadaan alat transportasi untuk masyarakat. Selain mempunyai misi melebarkan sayap bagi usahanya, dengan adanya perusahaan-perusahaan tersebut secara tidak langsung juga ikut berpartisipasi dalam penyerapan tenaga kerja dalam negeri. Keuntungan ganda bagi pemerintah selain devisa dari hasil pajak mereka.

Perkembangan teknologi mobil di indonesia telah memunculkan persaingan yang sangat ketat dari para produsen otomotif dimana hal itu sangat menguntungkan bagi konsumen. Yang terjadi sekarang adalah kita hidup di era kompetitif dengan pilihan harga yang beragam dan sistem pembayaran yang mudah. Seiring dengan stabilnya perekonomian, daya beli masyarakat Indonesia akan barang mewah menjadi tinggi termasuk didalamnya adalah mobil. Angka kepemilikan kendaraan pribadi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang tajam. Dalam perkembangannya (secara global) kondisi tersebut tidak di imbangi dengan ketersediaan bahan bakar yang mencukupi hingga pada saatnya nanti tentu akan menimbulkan masalah baru .

Sebagai sebuah negara, Indonesia sangat berkepentingan menyediakan alat transportasi bagi rakyatnya dan untuk mengakomodasi jalannya roda pembangunan. Dewasa ini perkembangan teknologi mobil di indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pencapaian yang positif ini bukan tanpa syarat karena juga melahirkan problematika baru. Cadangan minyak dunia yang semakin menipis serta polusi dari mesin kendaraan bermotor menjadi topik global yang santer dibicarakan. Pemerintah telah merespon isu tersebut. Beberapa usaha telah dilakukan diantaranya dengan mengkaji tentang pengembangan teknologi baru mobil yang ramah akan lingkungan. Model yang sedang digalakkan adalah jenis Hybird serta mobil bertenaga listrik. Ke depan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas semua permasalahan yang ada.
- See more at: http://iteknologi-informasi.blogspot.com/2012/09/perkembangan-teknologi-mobil-di.html#sthash.ipBKKOXq.dpuf


SUMBER 
iteknologi-informasi.blogspot.com/2012/09/perkembangan-teknologi-mobil-di.html

KOMUNIKASI dalam ORGANISASI

PENGERTIAN KOMUNIKASI 
 Komunikasi merupakan salah satu proses vital yang menjiwai struktur organisasi. Dalam pekerjaan organisasi, komunikasi tidak dapat dielekkan, hanya komunikasi efektiflah yang dapat dihindarkan.

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
  • Komunikator , dalam kerangka organisasi, komunikator haruslah seorang karyawan yang memiliki gagasan, maksud, informasi, dan tujuan berkomunikasi.
  • Penyandian (encoding) , setelah adanya komunikator, harus ada penyandian yang menerjemahkan gagasan komunikator menjadi serangkaian tanda yang sistematis , menjadi bahasa yang mengungkapkan tujuan komunikator. Bentuk utama penyandian adalah bahasa.Misalnya, seorang manajer sering mendapat informasi akuntansi, laporan penjualan, dan data komputer yang diterjemahkannya menjadi pesan. Dengan demikian, fungsi penyandian adalah menyediakan bentuk tertentu agar gagasan dan tujuan dapat diungkapkan sebagai sebuah pesan.
  • Pesan (message) , hasil proses pembuatan berita adalah pesan. Tujuan komunikator diungkapkan dalam bentuk pesan baik secara lisan (verbal) atau tulisan (nonverbal). Banyak tujuan manajer berkomunikasi, misalnya bagaimana caranya agar orang lain memahami gagasan mereka, atau agar memahami gagasan orang lain, atau agar mereka sendiri atau gagasan mereka dapat diterima, atau untuk menghasilkan tindakan. Dengan demikian, pesan adalah hal-hal yang diharapkan komunikator untuk disampaikan kepada penerima tertentu, dan bentuk pastinya sebagian besar bergantung pada perantara yang dipakai untuk menyampaikan pesan tadi. Keputusan yang berkaitan dengan bentuk dan isi pesan tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi, dapat juga terkirim pesan tidak sengaja yang terungkap secara diam-diam atau tanpa menghasilkan tindakan, dengan emisi khusus maupun dengan keputusan yang tujuan dan sasarannya tidak dapat dicapai dan metodenya tidak dapat dipakai. Misalnya, keputusan untuk memakai satu jenis pernilaian prestasi dan bukan memakai pengiriman "pesan" kepada orang-orang tertentu. Keputusan seorang pengajar untuk tidak mengadakan ujian akhir dapat mengirimkan "pesan" yang tidak sengaja kepada mahasiswa tertentu bahwa kuliahnya terlampau mudah. Inilah yang kami maksudkan pada saat mengatakan bahwa segala hal yang dilakukan manajer dapat mengkomunikasikan sesuatu.
  • Perantara (medium) , perantara adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Organisasi emnyediakan informasi kepada anggotanya dengan berbagai cara, termasuk komunikasi tatap muka, telepon, pertemuan kelompok, komputer, memo, pernyataan kebijaksanaan, sistem imbalan, jadwal produksi, dan ramalan penjualan.
  • Penguraian Sandi-Penerima ,  Agar proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik, pesan itu harus disandikan sesuai dengan penerima. Penguraian sandi adalah istilah teknis bagi proses pemikiran penerima. Jadi, penguraian sandi mencakup penafsiran. Para penerima menafsirkan (menguraikan sandi) pesan sesuai dengan pengalaman dan kerangka acuan mereka. Oleh karena itu, seorang tenaga penjual mungkin menguraikan sandi sebuah memo dari direktur utama perusahaan dengan cara yang lain dari seorang manajer produksi. Pengawas perawat mungkin menguraikan sandi sebuah memo dari administrator rumah sakit dengan cara yang lain dari kepala bagian bedah. Jika penguraian sandi itu semakin mendekati maksud yang ingin dicapai komunikator, semakin efektif pula proses komunikasi. Ini menunjukkan betapa pentingnya komunikator untuk "berorientasi penerima".
  • Balikan (feedback), dalam proses komunikasi diperukan adanya balikan .Hal semacam ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyimpangan pesan yang dikehendaki dengan pesan yang diterima. Bagi seorang manajer, balikan komunikasi dapat sampai dengan banyak cara. Dalam situasi tatap muka, balikan langsung yang dilakukan dengan saling bicara, seperti komunikasi dengan cara halus melalui ekspresi jika timbul rasa kurang puas atau kesalahpahaman. Selain itu, balikan tidak langsung (seperti menurunnya produksi, mutu produksi yang buruk, semakin banyak pekerja yang keluar, kurangnya koordinasi atau konfllik diantara berbagai karyawan ).
  • Kegaduhan ( noise ) , Dalam kerangka komunikasi manusiawi, kegaduhan dapat dianggap sebagai faktor yang menganggu pesan yang dikehendaki. Kegaduhan dapat terjadi dalam setiap unsur komunikasi. Misalnya, seorang manajer yang terdesak oleh tekanan waktu, mungkin terpaksa bertindak tanpa berkomunikasi atau komunikasi yang dilakukan tergesa-gesa dengan informasi yang kurang lengkap. Atau bawahan mungkin mengartikan lain terhadap perkataan atau kalimat yang disampaikan seorang manajer. Ini adalah contoh kepada dalam proses komunikasi.
MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI

Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.

Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.

Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

    -Ide (gagasan) => Si Sender
    -Perumusan
    -Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
    -Penyaluran (Transmitting)
    -Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
    -Tindakan
    Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.   
    -Pengertian
    Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
    -Penerimaan
    Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.

Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.

Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.

Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.

KLASIFIKASI KOMUNIKASI dalam ORGANISASI
1. Dari segi sifatnya :

Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.

Komunukasi Tertulis
Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
Komunikasi tertulis juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.

Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa
merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.

Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.

2. Dari segi arahnya :

Komunikasi keatas
Porsi ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda dengan komunikasi ke  bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi.  Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.

Komunikasi kebawah
Mengalir dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja, pengumuman, dan sebagainya.

Komunikasi diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.

Komunikasi horizontal
Merupakan pertimbangan utama dalam desain organisasi,namun organisasi yang efektif memerlukan juga komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian.  Misalnya, komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.

Komunikasi satu arah
Pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik).

Komunikasi Dua Arah
Berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi.

3. Dari segi lawannya :

Komunikasi Satu Lawan Satu
Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
Cth:berbicara melalui telepon

Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok.
Cth: kelompok warga menginterogasi maling.
Kelompok Lawan Kelompok
Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Cth: debat partai politik.

4. Dari segi keresmian :

Komunikasi formal
Komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi.

Komunikasi informal
Komunikasi informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu , gosip , atau rumor .

sumber
1. Gibson, James L. Organisasi. PENERBIT ERLANGGA. Jakarta. 2000.
2. H.Rochajat Harun, Ir,M,ed. Komunikasi Organisasi. CV mundur maju. Jakarta 2008.
3. http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/19/bagaimana-menyalurkan-ide-melalui-komunikasi/
4. http://ayurebel.blogspot.com/2012/12/jelaskan-klasifikasi-komunikasi-dalam_2.html

Sabtu, 01 November 2014

PROSES ORGANISASI

 PROSES MEMPENGARUHI
 
Dalam perusahaan tentu adanya proses peran dari masing – masing pegawai dalam suatu perusahaan.Proses peranpun itu meliputi cara kerjanya perusahaan untuk mencari harapan yang terbaik.Dimana perusahaan bisa untuk berkembang dengan baik tanpa adanya hal untuk saling mempengaruhi.Peran itupun akan saling menunjang kemajuan perusahaan.Karena dengan adanya peran untuk saling mempengaruhi maka perusahaan akan saling terdapat komunikasi yang baik didalam menjalin etika yang formal.\

Dari sini akan tampak bahwa setiap perusahaan akan bisa mempengaruhi setiap pegawainya unutk melakukan hal yang terbaik.Berikut akan dijelaskan bagaimana peran proses mempengaruhi dalam suatu perusahaan.Proses mempengaruhi adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.sedangkan elemen – elemen nya adalah :
a. orang yang mempengaruhi (0)‏
b. metode mempengaruhi (→)‏
c. orang yang dipengaruhi (p)‏
Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

Jadi didalam data di atas tedapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang.sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif)‏
c. Keahlian
d. Kharisma (daya tarik)‏
Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan :
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel

Dari data diatas bahwa dapat disimpulkan uatu perusahaan yang seharusnya adalah dimana perusahaan itu bisa mempengaruhi para pegawainya untuk mejadikan motivasi yang kuat guna menjadikan perusahaan yang besar.Dimana pengaruh nya perusahaan bisa sebagai insporator bagi para pegawainya.Selain itu pula harus terdapat kekuatan fisik untuk bisa mempengaruhi seseorang dan keahlian yang tepat guna tercapainya suatu tujuan.Terdapat pula bahwa mempengaruhi dalam perusahaan itu bisa dilakukan dengan berbagai macam caranya mulai dari antara perorangan,kelompok dengan seseorang,seseorang dengan kelompok.dan lain sebagainya.
Jadi betapa penting jika suatu perusahaan bisa mempengaruhi para pegawainya untuk bisa berkerja seoptimal mungkin.Sehingga perusahaan pun akan demikian pesatnya mengalami kemajuan guna adanya sifat saling mempengaruhi.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Proses pengambilan keputusan dalam organisasi  ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu Kewenangan Tanpa Diskusi (Authority Rule Without Discussion), Pendapat Ahli (Expert Opinion), Kewenangan Setelah Diskusi (Authority Rule After Discussion), Dan Kesepakatan (Consensus).
  1. Kewenangan Tanpa Diskusi
    Biasanya metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.
  2. Pendapat Ahli
    Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangat membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.
  3. Kewenangan Setelah Diskusi
    Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lai.
  4. Kesepakatan
    Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.
Keempat metode-metode diatas ialah hasil menurut Adler dan Rodman, satu sama lainnya tidak dapat dikatakan  metode satu terbaik yang digunakan dibanding metode yang lainnya, dapat dikatakan efektif jika metode yang mana yang paling cocok digunakan dalam keadaan dan situasi yang sesuai.
Konsep Pengambilan Keputusan
  • Identifikasi dan diagnosis masalah
  • Pengumpulan dan analisis data yang relevan
  • Pengembangan & evaluasi alternative
  • Pemilihan alternatif terbaik
  • Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil – hasil
Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
  • Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
  • Kepusan-keputusan pribadi & strategi
  • Keputusan-keputusan dasar & rutin
Model-model Pengambilan Keputusan
  • Relationalitas Keputusan
  • Model- model perilaku pengambilan keputusan
Teknik Pengambilan Keputusan
  • Teknik – teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
  • Teknik – teknik Partisipatif
  • Teknik – teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok
Nominal
Proses mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nnyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting daripada manajer individual dalam pengaruhnya apada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal dan mempunyai implikasi-implikasi sangat penting terhadap perilaku organisasional.

contoh pengambilan keputusan :
Penahanan yang dilakukan Polri terhadap dua Pimpinan KPK (komisi pemberantasan korupsi) non-aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah terkait dugaan penyalahgunaan wewenang kekuasan menimbulkan gemuruh politik yang sangat keras. Berbagai lapisan masyarakat Indonesia baik masyarakat umum, mahasiswa, politikus dan tokoh masyarakat secara bertubu-tubi mengungkapkan kekecewaannya pada kepolisian, kejaksaan, bahkan pemerintah.
Permasalahan ini bila dicermati tampaknya bukan sekedar adanya kasus seorang Bibit atau Chandra. Bagi sebagian aparat hukum dan praktisi hukum mungkin saja kasus ini adalah hal biasa. Tetapi karena akumulasi berbagai ketidakpercayaan publik kepada aparat penegak hukum dan penegak keadilan di negeri ini, kasus ini menjadi luar biasa. Ketidakpercayaan yang berlarut-larut yang tidak terselesaikan inilah yang mengakibatkan kecurigaan berlebihan dari berbagai kalangan dalam menyikapi kasus ini. Apalagi dari hasil sadapan telepon oleh KPK menginterpretasikan bagaimana Anggodo sang cukong besar dengan mudahnya mengatur skenario penangkapan Bibit Chandra. Dari sinilah mulai muncul kecurigaan skenario kriminalisasi KPK. Akhirnya saat ini angin sedang berhembus di belakang KPK untuk melawan ancaman pemidanaan oleh polisi.
Bahkan presiden sebagai decision makers dengan manajemen krisisnya mencoba memberikan terobosan hukum dan politik dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang disebut tim delapan. Tindakan ini adalah pilihan terakhir presiden untuk menyikapi mistrust dan distrust yang sedang terjadi dalam masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Indonesia. Tetapi tindakan inipun juga tidak sanggup meredam kegelisahan publik.
referensi
1. Wexley,Kenneth N. Perilaku Organisasi . PT RINEKA CIPTA, Jakarta.2005
2. Yuki , G Ari, Perilaku Organisasi dan Psikologi Organisasi. PT ASDI MAHASATYO, Jakarta . 2005