Minggu, 17 April 2016

BUDAYA INDONESIA YANG MENDUNIA

BUDAYA INDONESIA YANG MENDUNIA
Indonesia dikenal sebagai negara yang begitu kaya. Betapa tidak, negara kita dikenal memiliki pulau yang paling banyak, jumlah penduduk yang cukup padat, budaya yang beragam, dan berbagai keunikan lain seperti peninggalan yang masih terjaga hingga saat ini. Indonesia kerap memukau negara lain karena beragam hal yang dimilikinya dan beragam hal tersebut tidak membuat Indonesia terpecah belah, justru semakin erat. Inilah yang kerap menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
Nah, kira-kira apa saja yang menarik bagi wisatawan internasional untuk berkunjung ke Indonesia sih? Mungkin 10 budaya Indonesia yang mendunia ini bisa jadi menjawab pertanyaan di atas mengenai apa yang khas dari Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Apa saja budaya tersebut? Yuk kita simak ulasan singkatnya.
1.         Wayang


Wayang dikenal sejak zaman prasejarah, sekitar 1500 SM. Ketika itu, Indonesia yang belum menjadi negara kesatuan seperti saat ini masih memeluk animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003. Ada berbagai macam versi dan bentuk wayang, mulai dari wayang kulit yang berbahan dasar kulit sapi yang telah dijemur, dipotong, dan diberi warna, kemudian wayang golek yang berbahan dasar kayu. Ada pula wayang orang yang dimainkan secara langsung oleh orang yang mengenakan kostum sesuai dengan karakter yang dibawakan. Cerita yang dibawakan berkisah tentang dewa dewi, persilatan, percintaan, dan kepahlawanan.
Pertunjukan wayang selalu diiringi dengan musik gamelan. Sang dalang harus lihai dalam memainkan wayang, karena kemampuan dalang akan menambah daya tarik dalam pertunjukan wayang. Mulai dari serunya suasana ketika peperangan terjadi hingga gelak tawa yang timbul ketika adegan lucu, semua harus dikuasai dengan baik oleh dalang.

2.         Angklung


Angklung adalah alat musik bernada ganda yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat. Angklung selama ini dikenal sebagai alat musik khas daerah Jawa Barat. Menggunakan bahan dasar bambu, angklung dimainkan dengan cara digetarkan sehingga benturan antara pipa bambu dengan tiangnya akan menghasilkan bunyi tertentu. Ada 2 laras (titi nada) dalam angklung, yakni laras slendro dan pelog.
Pada awalnya, Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri supaya turun ke Bumi, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Selain itu, angklung juga dikenal masyarakat sebagai penggugah semangat rakyat ketika bertempur pada masa peperangan di tanah air. Itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda pada masa itu sempat melarang penggunaan angklung. Angklung telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya.
3.         Keris


Keris merupakan senjata tradisional asli Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan supranatural. Raja-raja di Nusantara pada zaman dahulu menjadikan keris sebagai senjata pusaka. Keris telah digunakan sejak abad ke-9 dan dibuat oleh para pengrajin yang disebut mpu. Bilah pisau pada keris dibuat dari campuran beberapa logam, sementara gagangnya dibuat dari tulang, tanduk, atau kayu.
Pada zaman dahulu, logam pembuat keris diambil dari meteor yang jatuh ke bumi. Para peneliti sempat menyebutkan bahwa keris kuno mengandung unsur titanium, yakni suatu bahan yang baru digunakan pada abad 20 sebagai pelapis kendaraan luar angkasa. Akan tetapi, para mpu ternyata telah terlebih dahulu menggunakan bahan tersebut sebagai bahan pembuat keris
4.      Batik

Setiap orang Indonesia pasti mengenal batik, baik yang tradisional maupun yang telah diciptakan kembali dengan corak modern. Batik dihasilkan dengan cara menuliskan lilin panas ke atas kain dengan menggunakan canting. Batik biasanya digambar di atas kain katun atau kain sutera. Kain batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga hari ini dengan berbagai macam motif dan kreasi.
Menurut Prof. Yohanes Surya, Ph.D., ahli fisika asal Indonesia, corak yang terdapat dalam kain batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. Berbeda dengan para pelukis dengan media kanvas yang melukis suasana alam seperti yang dilihatnya, para pelukis batik melukis keadaan alam dari sudut pandang yang lebih dalam. Para pelukis batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya, kemudian menambahkannya dengan beberapa aturan sederhana. Atas dasar itulah, perlu suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar yang ada di alam dan mencari aturan tersebut.
5.         Tari saman

Tari Saman telah berhasil menjadi ikon kebanggaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Tarian tersebut telah mendunia, karena didukung pula oleh keputusan UNESCO yang menyatakan Tari Saman sebagai warisan budaya. Tarian yang berasal dari Suku Gayo Aceh Tenggara ini sering ditampilkan pada festival dan pertunjukan kesenian di penjuru dunia. Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat. Syair yang digunakan dalam Tari Saman menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Gayo.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa Tari Saman diciptakan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Tari Saman termasuk salah satu tarian yang unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan anggota tubuh bagian atas. Tari ini diakui dan masuk ke dalam daftar warisan budaya oleh UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda
6.         Tari Kecak

Tari Kecak biasanya disebut sebagai Tari “Cak” atau tari api. Tari Kecak merupakan tari pertunjukan massal atau tari hiburan dan cenderung dibawakan sebagai sendratari, yaitu seni tari yang melibatkan drama. Tari Kecak digolongkan ke dalam kelompok sendratari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari cerita pewayangan seperti Rama dan Sinta, dan tidak digunakan secara khusus digunakan untuk ritual dalam agama Hindu seperti pemujaan dan upacara lainnya. Dalam tari ini, bentuk sakral biasanya ditunjukkan dalam hal kekebalan fisik sehingga para penari tidak terbakar oleh api. Jika tarian dari Bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring, Tari Kecak hanya memadukan suara mulut dan teriakan yang berbunyi, “cak cak ke cak cak ke”, sehingga tari ini dikenal sebagai Tari Kecak
7.         Reog

Reog adalah sebuah pertunjukan yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut, dan Kota Ponorogo dianggap sebagai kota asal reog yang sebenarnya. Gerbang Kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil ketika pertunjukan reog dibawakan. Reog adalah salah satu kebudayaan di Indonesia yang masih kental dengan hal-hal berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Reog modern biasanya ditampilkan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar nasional. Jika berhubungan dengan pernikahan, adegan yang ditampilkan adalah adegan percintaan, sementara untuk khitanan, kisah yang diambil berasal dari cerita pendekar.
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Dalam pementasan reog, selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan), terkadang ada interaksi dengan penonton. Seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya. Adegan yang paling dinanti oleh penonton adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Untuk dapat membawa topeng ini dengan kuat, selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
8.         Tari pendet

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak dipertunjukkan di pura. Tari Pendet melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Perkembangan tari ini sangat pesat, sehingga para seniman Bali menggubah Tari Pendet yang semula menjadi tari penyambutan terhadap para dewa, menjadi tari ‘ucapan selamat datang’ dan tetap mempertahankan nilai religius yang dikandungnya. Pencipta Tari Pendet versi modern adalah I Wayan Rindi. Tidak seperti tari lain yang memerlukan pelatihan intensif, setiap orang dapat menarikan Tari Pendet, baik pemangku pria ataupun wanita yang sudah dewasa maupun yang masih gadis

9.         Lagu Rasa Sayange
Lagu Rasa Sayange berasal dari daerah Maluku. Lagu tersebut selalu dinyanyikan secara turun temurun sebagai pengungkapan rasa sayang terhadap lingkungan dan persaudaraan di antara masyarakat Maluku. Jika didengarkan dan diperhatikan secara seksama, lagu ini seperti sajak atau pantun yang bersahutan. Lagu ini diawali dengan ‘Rasa sayange’ dan diakhiri dengan kalimat, ‘kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi’.
10.        Lagu Jali-jali
Oleh beberapa kelompok, lagu Jali-jali diyakini lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum Cina Peranakan di daerah Jakarta melalui musik tradisional mereka yakni gambang kromong. Hal tersebut ditanggapi secara berbeda oleh masyarakat Betawi asli yang menganggap bahwa lagu ini lahir dari masyarakat Betawi. Jali-jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Sejak masa kanak-kanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali-jali. Mereka kerap menjadikan buahnya sebagai peluru di senapan mainan yang dibuat dari bilah bambu dan karet gelang.
11.     Gamelan

Gamelan adalah serangkaian alat musik yang mengeluarkan bunyi-bunyian eksentrik sekaligus penuh warna. Dalam rangkaian tersebut terdapat gong, gambang, gendang, dan sebagainya. Gamelan sering digunakan untuk mengiringi acara-acara adat terutama dalam masyarakat Jawa. Benda ini ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia untuk dunia pada 2014 lalu.
13. Lumpia

Warisan budaya yang berbentuk makanan dan tercatat di UNESCO adalah lumpia. Lumpia adalah makanan khas dari Semarang. Meskipun awalnya lumpia adalah kuliner tradisional Tionghoa, tetapi dengan sentuhan budaya lokal, lumpia menjadi milik masyarakat yang melestarikannya. Lumpia masuk dalam UNESCO pada 2014 lalu.

14.  Noken


Noken adalah hasil kreativitas masyarakat tradisional di Papua. Noken berfungsi sebagai tas untuk menyimpan segala macam benda. Warna dan motif noken bermacam-macam. Bagi masyarakat Papua, noken adalah bagian yang akrab dalam tradisi kehidupan mereka sehari-hari. Noken disetujui menjadi salah satu benda yang tercatat di UNESCO sebagai budaya Indonesia pada 2011 lalu.

15. Subak

Subak adalah sebuah sistem yang sarat filosofi dalam kehidupan masyarakat Bali. Disebutkan, sistem Subak yang dikenal dalam masyarakat Bali ini adalah sistem demokrasi yang pantas untuk dikembangkan. Sistem subak digunakan dalam pembagian air di pesawahan, tempat ibadat, maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari. Subak ditetapkan menjadi warisan budaya Indonesia melalui UNESCO pada 2012 lalu
Itulah sepuluh budaya Indonesia yang mendunia dan mempesona wisatawan internasional hingga berhasil memikat mereka untuk mengunjungi negeri yang kaya ini. Sebagai orang Indonesia, bukankah sepatutnya kita berbangga dan turut mempertahankan kekayaan kita?
SUMBER http://www.tentik.com/10-budaya-indonesia-yang-mendunia/

Rabu, 06 April 2016

sertifikat

Sertifikat untuk tugas ILMU BUDAYA DASAR bu Helnawati







Senin, 04 April 2016

Taksi Reguler vs Taksi Online



Taksi Reguler vs Taksi Online
Sebagai  pengguna taksi berbasis aplikasi online yang cukup aktif belakangan ini, saya jadi seringkali mencari tahu informasi soal permasalahan Uber dan Grab yang menghangat beberapa pekan ke belakang. Terutama kemarin pada 22 maret 2016 ketika sopir taksi regular ramai-ramai berdemo mengenai keberadaan dua layanan aplikasi taksi online tersebut.
Awal taksi online ini marak, saya justru termasuk yang takut memanfaatkannya. Alasannya, selain karena saya tidak paham cara penggunaannya, saya jugamempertimbangkan factor keamanan. Pertimbangan awal, jika kita menggunakanjasa taksi regular akan ada perusahaan resmi yang bisa mempertanggungjawabkan kehilangan barang ataubahkan kejahatan terhadap penumpangnya.
Dengan pertimbangan itu, semula saya memakai aplikasi taksi online ini untuk memesan taksi yang juga terdaftar di perusahaan taksi regular. Demi mencari aman tepatnya. Pertama kalisaya memakai layanan taksi online ternyata tidak semenakutkan yang saya pikir. Dan sayapun aman sampai tujuan. Setelah itu saya banyak membandingkan kelebihan dan kekurangan antara dua jenis taksi online dan regular ini.
Terus terang saja, saya mengalami berapa kali kecewa saat memakai taksi regular. Selain argo yang kadang melonjak bikin mata melotot,seringkali ditolak oleh beberapa pengemudi dengan alasan macet,tidak menuju daerah tujuan saya, dan beragam alasan lainnya. Kekecewaan lainnya juga saya tidak terlalu hafal wilayah Jakarta seringkali disesatkan oleh pengemudinya. Alhasil argo yang dibayarkan lebih dalam.
Sementara jika kita memakai Grab misalnya, mereka menetapkan argo flat sesuai kilometer tujuan. Artinya, kita sudah tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan tanpa harus berkali-kali melihat argo selama perjalanan. Atau untuk Uber yang memakai argo tapi tarifnya 30% lebih murah dari tarif  regular.
Akan tetapi saya juga tidak setuju jika ternyata harga murah ini tidak membayar kewajiban pajak untuk usahanya itu. Artinya, ini tidak fair dengan taksi regular, yang memiliki kewajiban pajak selama beroperasi. Jika memang demikian, maka kasusnya  11-12 dengan angkot gelap yang jugasering didemo penarik angkot. Merugikan negara dan tidak adil dalam hal persaingan usaha.
Kabar tentang taksi online tidak membayar pajak diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama yang mengaku Pemerintah Provinsi belumpernah menerima pajak dari angkutan berbasis aplikasi,seperti Uber dan Grab. Selama ini,mereka telah beberapa kali dipanggil untuk membicarakan masalah keberadaannya.
Berdasarkan aturan, pengusaha transportasi di Jakarta wajib membayar pajak sebesar 20%-28% setiap tahun. Juga wajibberbadan hokum dan mengikuti aturan baku pemerintah terkait opersionalnya. Menurut saya perlu kerja sama dari beberapa pihak untuk berembuk mencari jalan keluar. Kemudian, perlu dicari formula yang tepat untuk pengamaturan taksi berbasis aplikasi ini. Usulan dua opsi pilihan bagi Uber dan Grab dari Kemenhub misalnya kalau merupakan angkutan t aksi harus dengan argometer tarif ditetapkan pemerintah daerah. Kalau nontaksi bentuknya rental .
Pemilik taksi online juga harus tunduk pada aturan, mulai dari harus memiliki perizinan sebagai operator transportasi dan mematuhi aturan yang berlaku,seperti uji KIR,asuransi,dan pengemudi dengan SIM umum.
Untukpemilik usaha taksi regional juga harus mampu berbenah diri memperbaiki layanannya. Dengan persaingan usaha yang makin ketat, seyogyanya perlu dilakukan inovasi dan solusi agar bisa bertahan dengan cara yang sehat. Terutama memasuki masyarakat ekonomi Asean dimana persaingan bukan lagi dengan local namun akan lebih ketat dengan asing.
Tanpa adanya solusi yang memberikan kenyamanan, bukan tidak mungkin mereka akan tergerus dan tak mampu bertahan menghadapi persaingan tersebut. Sebagai pengguna, tentunya berharap memiliki layanan transportasi yangaman, nyaman dan murah.
Khusus bagi pemerintah, seharusnya demo yangd igelar kali kedia kemarin dan sempat ‘panas’ dan anarkis seharusnya menjadi warning bagi pemerintah untuk segera menyelasaikan masalah ini secepatnya. Jangan sampai pada akhirnya penumpang dan keamanan warga  yang ujung-ujungnya menjadi korbannya.

Minggu, 20 Maret 2016

BUDAYA JAWABARAT



                TUGAS ILMU BUDAYA DASAR




Disusun Oleh :
Nama        : Firsty Nurhafitry
NPM         : 13113524
Kelas         : 1KA09
Dosen       : Helnawaty



JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER dan TEKNOLOGI INFORMASI
DEPOK

JABAR
Termaju di Indonesia 2025
Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025 memiliki target untuk menjadi provinsi termaju di Indonesia. Target ini tidak muluk-muluk, juga tidak sedang bermimpi atau berkhayal. Pasalnya Jawa Barat yang merupakan provinsi dekat dengan Ibu Kota Jakarta, seringkali menjadi mitra untuk provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Tidak sedikit tokoh Jawa Barat menjadi tokoh nasional, dan sangat berpengaruh di level nasional dan internasional. Juga tidak sedikit kekayaan yang dimiliki Jawa Barat menjadi penyokong provinsi lain. Jawa Barat juga seringkali menjadi destinasi para pelajar dan mahasiswa dari dalam atau luar negeri untuk belajar di sekolah dan Perguruan Tinggi.
Kemudian turis domestic dan mancanegara datang untuk menikmati keindahan alam Jawa Barat. Di bidang budaya, banyak budaya dari Jawa Barat yang popular dan menjadi daya tarik masyarakat luar untuk belajar budaya Jawa Barat. Jadi,sudah layak kalau Jawa Barat menjadi provinsi termaju di Indonesia pada tahun 2025.
Berikut adalah ulasa mengenai budaya budaya yang ada di Jawa Barat , seperti tarian tradisional , lagu tradisional, upacara adat, tempat wisata yang ada di Jawa Barat.
Tarian di Jawa Barat
Ada banyak tarian yang ada di Jawa Barat , salah satunya adalah yang paling terkenal  :
1.          Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Topeng Cirebon
Tari Topeng Cirebon merupakan tarian tradisional yang sudah dikenal sejak zaman dahulu. Tarian ini diyakini masyarakat Cirebon telah ada sejak kesultanan Cirebon. Disebut dari topeng karena para penarinya menggunakan topeng saat beraksi. Pada pertunjukan tari topeng Cirebon ini, penarinya disebut sebagai dalang. Hal ini disebabkan karena pada pertunjukan tari topeng biasanya penari menggunakan beberapa topeng yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Pada umumnya penari tari topeng menggunakan 3 topeng yang digunakan secara simultan. Diawali dengan topeng warna putih, kemudian biru dan ditutup dengan topeng warna merah. Setiap perganian warna topeng yang dikenakan, gamelan yang ditabuh pun semakin keras sebagai perlambang dari karakter tokoh yang diperankan.

Musik pengiring tari topeng Cirebon ini adalah menggunakan gamelan khas Cirebon. Tradisi pertunjukan Tari Topeng Cirebon ini telah berkembang dan menyebar di daerah daerah Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes. Perkembangan tari topeng tersebut menyebabkan munculnya berbagai variasi dan gaya tari topeng yang akan dibahas tersendiri dimasa mendatang.


2. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Merak

Tari merak dari Jawa Barat ini diciptakan oleh seorang tokoh seni Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950. Namun dalam perjalanan waktu dan sejarah Tari Merak ini mengalami beberapa kali revisi diantaranya Tari Merak yang telah dibuat ulang oleh Irawati Durban pada tahun 1965.

Dinamakan tari merak karena tarian ini menggambarkan kecantikan dan keindahan burung merak. Para penari tarian tradisional ini menggunakan kostum yang juga mirip dengan bulu burung merak.


 3. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Wayang

Tari wayang mulai dikenal masyarakat pada masa kesultanan Cirebon pada abad ke-16 oleh Syekh Syarif Hidayatullah, yang kemudian disebarkan oleh seniman keliling yang datang ke daerah Sumedang, Garut, Bogor, Bandung dan Tasikmalaya. Disebut tari wayang karena para penari mengenakan kostum dan melakukan gerak tari yang menggambarkan tokoh / karakter wayang yang dikenal masyarakat di Jawa Barat.
Pada awalnya tari wayang ini dimainkan pada saat pertunjukan wayang orang, namun pada perkembangannya kemudian tari wayang menjadi satu pertunjukan seni terse

Tari Wayang dapat dimainkan secara tunggal, berpasangan maupun masal. Sedangkan karakter yang dimainkan oleh pemain terdiri dari beragam karakter pria dan wanita.  Karakter tari wanita terdiri dari Putri Lungguh untuk tokoh Subadra dan Arimbi serta ladak untuk tokoh Srikandi. Sedangkan karakter tari pria terdiri dari : Satria Lungguh untuk tokoh Arjuna, Abimanyu, dan Arjuna Sastrabahu. Satria Ladak Lungguh untuk tokoh Arayana, Nakula dan Sadewa Satria Ladak Dengah/Kasar untuk tokoh Jayanegara, Jakasono, Diputi Karna dan sebagainya Monggawa Dengah/Kasar seperti Baladewa dan Bima Monggawa Lungguh seperti Antareja dan Gatotkaca Denawa Raja seperti Rahwana dan Nakula Niwatakawaca. 


4. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Ketuk Tilu
Tari Ketuk tilu merupakan tarian tradisi Jawa Barat khususnya wilayah Priyangan, Bogor dan Purwakarta. Pertunjukan tari Ketuk Tilu terdiri dari penari wanita yang biasa disebut ronggeng dan nayaga sebagai pengiring musik.
Pertunjukan ketuk tilu biasanya dilakukan diarea terbuka baik didalam maupun diluar ruangan, ronggeng biasanya akan menari mengitari lampu yang berkaki (sunda = obor).
Pada pertunjukan Ketuk Tilu pertama dilakukan tatalu (membunyikan alat musik) dengan tujuan untuk memanggil penonton. Setelah para penonton banyak pertunjukan akan diawali dengan tari pembuka, yaitu para penari wanita (Ronggeng) memasuki gelanggang, menari bersama mengitari lampu oncor, gerakan tarinya disebut jajangkungan dan wawayangan dan gerakannya sudah ditata terlebih dahulu, dengan tempo irama lambat.
Setelah tarian pembuka baru dilakukan tari bersama antara ronggeng dan penonton laki-laki, dan acara puncak disebut dengan parembut ronggeng. Dalam acara tersebut para penonton berebut untuk menari dengan ronggeng pilihan mereka.
5. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Jaipong
Tari Jaipong adalah tari tradisional dari Jawa Barat yang dasarnya adalah tari Ketuk Tilu. Tari Jaipong merupakan buah kreativitas seniman Jawa Barat Gugum Gumbira. Pada awal perkembangannya tari jaipong juga disebut ketuk tilu. Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri).
Saat ini tari jaipong sudah menjadi ikon tarian di Jawa Barat. Tarian ini banyak ditampilkan baik pada acara perhelatan yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah Jawa Barat.
6. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Keurseus

Tari Keurseus merupakan tarian tradisional Jawa Barat yang disusun oleh R. Sambas Wirakoesoemah, lurah Rancaekek (Bandung) tahun 1915-1920 dan 1926-1935. Beliau adalah putra Nyi Raden Ratnamirah dan Raden Mintapradjakoesoemah, wedana Tanjungsari, Sumedang.

Pada awalnya dikenal tari tayub/tayuban yaitu tarian yang dilakukan oleh para menak (pejabat). Pada tahun 1905-1913, Wirakoesoemah belajar tari kepada Uwanya, Rd. Hj. Koesoemaningroem, penari di Kabupaten Sumedang dan ia juga belajar pada Sentana (Wentar), pengamen Topeng dari Palimanan, Cirebon tahun 1914. Dari bekal belajar tari itu, kemudian ia menyusun dan merapikan tari Tayub yang pada masanya sering dilakukan oleh para penari yang sudah dipengaruhi oleh minuman keras dan menari tanpa ada gerakan dasar. Dengan tujuan untuk menata budi para menak maka R.Sambas Wirakoesoemah mendirikan perguruan tari.

Perguruan tarinya diberi nama Wirahmasari yang didirikan tahun 1920 di Rancaekek dengan murid-muridnya yang kebanyakan berasal dari kalangan menak yang kemudian menyebarkannya ke seluruh Tatar Sunda. Pelajaran yang diajarkan secara sistematis pada murid muridnya dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah Cursus. Dalam lafal sunda menjadi Keurseus, sehingga tari yang diajarkan di Wirahmasari ini kemudian dikenal dengan nama Tari Keurseus.
7. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Buyung
 Tari buyung adalah tarian tradisional Jawa Barat yang biasanya dilakukan pada acara puncak pada upacara seren taun yang dilakukan masyarakat Jawa Barat. Tarian ini merupakan kreasi dari Emalia Djatikusumah, istri dari Pangeran Djatikusumah salah seorang sesepuh adat. 
Tarian ini menggambarkan para gadis desa yang mandi dan mengambil air bersama-sama dicurug (air terjun) Ciereng dengan menggunakan buyung (tempat air dari logam/tanah liat)


8. Tari Tradisional Jawa Barat - Ronggeng Bugis
Ronggeng Bugis atau Tari Telik Sandi adalah salah satu tari tradisional yang bersifat komedi dari Cirebon. Tarian ini bersifat komedi karena dimainkan oleh penari laki-laki sebanyak 12 - 20 orang dengan dandanan dan gaya menari layaknya perempuan. Namun jangan salah  walaupun bergaya wanita, makeup yang dipergunakan oleh penari tidak kelihatan cantik justru bisa dibilang mirip baduk yang mengundang gelak tawa.

Asal mula tari Ronggeng Bugis, dilatarbelakangi ketegangan yang terjadi antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati sebagai Raja Cirebon saat itu menyuruh seorang kerabat kerajaan yang berasal dari Bugis untuk memata-matai atau saat itu dikenal dengan istilah telik sandi Kerajaan Pajajaran. Waditra / pengiring musik yang dipakai pada pertunjukan tari telik sandi / ronggeng bugis ini adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat antara lain Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, dan Kecrek.

9. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Sintren
Tari Sintren adalah tarian tradisional masyarakat Jawa khususnya Cirebon Jawa Barat. Tari ini juga disebut dengan lais yaitu bentuk tari-tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.

Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Pawang/dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending

10. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Sampiung
Tari Sampiung adalah tari tradisional Jawa Barat pada zaman dahulu yang dipertunjukan sebagai kelengkapan upacara hari-hari penting seperti Seren Taun, Pesta Panen, Ngaruat, Rebo Wekasan, bahkan pada hari raya kenegaraan seperti pada perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Asal mula nama Tari Sampiung karena lagu pengiringnya berjudul Sampiung. Kadang disebut juga Tari Ngekngek, karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa (alat Gesek, seperti Rebab) yang biasa disebut Ngekngek. Sebagian orang menyebutnya Tari Jentreng, karena salah satu waditra pengiringnya adalah Jentreng, yaitu alat petik berupa kacapi dengan ukuran kecil, yang juga biasa dipinjam namanya untuk nama tarian yang ditampilkan.

Lagu tradisional di Jawa Barat
1.       Lagu Bajing Luncat (Cipt.Kosaman Djaya)
2.       Lagu Bubuy Bulan (Cipt.Benny Korda)
3.       Lagu Cing Cangkeling (Cipt. NN)
4.       Lagu Es Lilin (Cipt. NN)
5.       Lagu Manuk Dadali (Cipt.Sambas Mangundikarta)
6.       Lagu Neng Geulis (Cipt.Iar Winarsih)
7.       Lagu Panon Hideung (Cipt Ismail Marzuki)
8.       Lagu Pepeling (Cipt NN)
9.       Lagu Peuyeum Bandung (Cipt.Sambas)
   .        Lagu Pileuleuyan (Cipt Mus K.Wirya)
           Lagu Sapu Nyere Pegat Simpay (Cipt.Sambas Mangundikarta)
           Tokecang(Cipt…)
            Lagu Warung Pojok (Cipt…)
            Lagu Nenun (Cipt…)


Upacara Adat Tradisional Jawa Barat
1. Ngalungsur Pusaka

Upacara ini biasanya dilakukan di daerah Garut. Upacara adat ini dipimpin oleh seorang juru kunci atau kuncen yang merupakan bukti bahwa mereka masih melestarikan dan melaksanakan tradisi leluhurnya juga mensosialisasikan keberadaan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Rohmat Suci.

Dalam upacara ini, peserta upacara dapat menyaksikan proses pencucian benda-benda pusaka itu. Benda-benda pusaka tadi merupakan sebuah simbol konduite juga perjuangan Sunan Rohmat Kudus dalam memperjuangkan Islam sewaktu beliau hidup.

2. Ngunjung/Munjung

Ngunjung/munjung berasal dari kata kunjung, yaitu mengunjungi dan berdoa di makam leluhur atau orang tua, sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat. Upacara ngunjung/munjung ini termasuk upacara adat Jawa Barat yang biasanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di daerah Indramayu, Cirebon, dan sekitarnya. Lokasi upacara adat ini biasanya di makam leluhur dan tokoh agama yang disegani dan dipercaya keramat.

Tujuannya dari upacara ini ialah untuk melestarikan budaya dan memohon keselamatan. Upacara yang lazim dilaksanakan pada bulan Syuro dan Mulud atau kerap dilaksanakan sehabis panen padi ini biasanya menampilkan kesenian khas, seperti wayang kulit dan dibeberapa tempat menampilkan kesenian sandiwara. Dalam upacara adat ngunjung ini masyarakat biasanya berbondong-bondong membawa nasi tumpeng dan makanan tradisional lainnya.
3. Bubur Syura

Bubur Syura sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hari Asyura, atau hari peringatan wafatnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa di Karbala. Upacara yang diadakan oleh masyarakat Cirebon setiap 10 Muharam ini dikaitkan dengan peristiwa Nabi Nuh. Namun, pada praktiknya dikaitkan pula dengan Dewi Kesuburan, yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Masyarakat berkeyakinan bahwa upacara adat ini dapat mendatangkan kesejahteraan dan ketentraman.

Lokasi dilaksanakannya dapat di bagian luar rumah salah seorang warga yang dipercaya dapat melaksanakan upacara, di pinggir sungai, di lapangan, atau di lokasi lain yang ditentukan oleh para pelaku upacara. Ada berbagai anggaran buat melaksanakannya, dan berbagai perlengkapan, seperti sesajen, benda keramat, kesenian, peralatan pembuat bubur, dan tentu saja lokasi upacaranya.


4. Ngirab atau Rebo Wekasan

Peziarah terlihat berebut berkah dari uang logam yang ditaburkan saat prosesi tawurji dalam prosesi Rebo Wekasan di Kelurahan Gegunung Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon (courtesy: fajarnews)
Upacara adat Jawa Barat yang bersifat religius lainnya ialah Ngirab atau rebo wekasan. Masyarakat di daerah Sungai Drajat, Cirebon, biasa melakukan upacara ini. Upacara ini ditandai dengan berziarah ke petilasan atau makam Sunan Kalijaga, yang dilakukan di hari Rabu minggu terakhir bulan Shafar. Pengambilan waktu tadi sebab dianggap sebagai hari terbaik guna melenyapkan bala dan kesialan kehidupan. Lomba mendayung biasanya dilakukan setelah upacara berakhir.

5. Nyalawean

Upacara adat nyalawean ialah upacara adat Jawa Barat yang sifatnya religius, dengan tujuan memeringati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Upacara ini dilakukan di alun-alun Desa Trusmi, Kabupaten Cirebon. Upacara ini biasanya berlangsung selama 5 hari, dan dilaksanakan 12 hari setelah acara peringatan di Keraton Cirebon. Ziarah ke makam leluhur juga dilakukan yang dipercaya untuk mendapatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan rahmat.

Tempat wisata yang ada di Jawa Barat
Pantai pelabuhan ratu


Terletak di pesisir selatan Jawa Barat, Pantai Pelabuhan Ratu populer dengan pantainya yang memiliki karakteristik ombak yang besar dan kuat, sangat cocok untuk berselancar. Di Pantai Pelabuhan Ratu terdapat fasilitas hotel, dari yang besar dan mewah hingga yang kecil dan murah. Sepanjang pantai anda dapat menemukan banyak restoran hidangan laut. Masyarakat setempat juga memiliki kepercayaan akan Ratu Kidul, sang penguasa laut selatan.


Curug cikaso

Curug Cikaso adalah air terjun besar dan indah yang terletak di Sukabumi. Curug Cikaso memilki 3 air terjun yang saling berdampingan dengan ketinggian sekitar 80 meter dan lebar tebing sekitar 100 meter. Apabila matahari bersinar cerah, ada kemungkinan anda dapat melihat pelangi kecil di air terjun ini. Lokasi wisata air terjun Curug Cikaso berada dekat dengan Pantai Ujung Genteng.

Taman wisata mekarsari

Taman Wisata Mekarsari yang berlokasi di Bogor, adalah salah satu pusat pelestarian buah tropis terbesar di dunia dengan luas 264 hektar. Selain sebagai tempat penelitian dan budi daya bibit unggul, tempat ini juga merupakan tempat wisata di Jawa Barat yang cocok untuk segala usia. Selain memiliki koleksi tanaman yang sangat lengkap, Taman Wisata Mekarsari juga dapat menjadi sarana edukasi yang cocok bagi anak-anak, tempat piknik keluarga, wisata kebun buah, wisata kebun sayur, dan acara perusahaan.

Taman Bunga Nusantara

Taman Bunga Nusantara yang berjarak 2 jam dari DKI Jakarta adalah sebuah taman bunga seluas 23 hektar. Di sini, selain ribuan jenis bunga, terdapat pula fasilitas hiburan yang sangat cocok untuk keluarga seperti wahana alam imajinasi, teater mini, danau angsa, taman labirin, air mancur musikal, karpet bunga, taman mawar, dan lain-lain. Taman Bunga Nusantara juga memiliki tempat piknik untuk anda berpiknik bersama keluarga, dan menara pandang yang berfungsi untuk melihat keindahan taman secara keseluruhan.


Pantai pangandaran

Pantai Pangandaran yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat ini pernah dinobatkan sebagai pantai terbaik di Provinsi Jawa Barat. Keistimewaan pantai ini adalah anda dapat menikmati matahari terbit dan matahari terbenam di satu pantai, pasir putih yang halus, air yang jernih dan bersih, serta kelengkapan sarana wisata. Pantai Pangandaran sangatlah terkenal sehingga pada masa liburan akan dipadati dengan wisatawan dari berbagai daerah, hingga menyebabkan semua penginapan di Pantai Pangandaran penuh, bahkan tidak sedikit yang mendirikan tenda di pantai karena tidak

Green canyon


Dengan pepohonan yang rindang, tebing yang hijau, sungai yang jernih, dan goa yang dipenuhi stalakmit dan stalaktit yang indah, Green Canyon adalah tempat wisata di Jawa Barat bagian selatan yang paling populer. Anda dapat menikmati keindahan Green Canyon dengan berbagai cara, bisa dengan menggunakan perahu tempel, perahu kayuh, atau dengan badan anda. Untuk mencapai Green Canyon memang memakan waktu cukup lama, sekitar 9 jam perjalanan dari DKI Jakarta, namun anda tidak akan menyesal setelah menikmati keindahan Green Canyon yang luar biasa.








KESIMPULAN
Berdasarkan tulisan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa budaya yang ada di Jawa Barat banyak sekali , dan kita sebagai orang yang tinggal di bagian kota dari JawaBarat wajib untuk mengetahuinya . Maka pantas sekali jika Jawa Barat akan menjadi provinsi termaju di 2025 karena pemerintah setempat selalu memperhatikan keadaan di Jawa Barat baik itu tempat wisata , dan selalu mempertahankan budaya yang ada di Jawa Barat.
SARAN
Penulis menyadari bahwa bagaimanapun juga tulisan yang penulis buat masih terdapat banyak kekurangan. Diantaranya adalah terdapat kesalahan dalam penulisan kata-kata. Penulis berharap agar tulisan ini dapat lebih baik lagi, dan jika ada kesalahan mohon saran dan kritiknya , terakhir penulis ucapkan terima kasih.

Sumber
http://www.tradisikita.my.id/2015/05/10-tari-tradisional-dari-jawa-barat.html
http://www.tradisikita.my.id/2014/10/14-lagu-lagu-daerah-jawa-barat.html
http://www.tosupedia.com/2015/11/macam-macam-upacara-adat-jawa-barat-bagian-1.html
http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-jawa-barat-yang-pantas-dikunjungi